Tampilkan postingan dengan label Pinkan Mambo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pinkan Mambo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2008

Pinkan Mambo - Tak mungkin bersatu


Ada sesal menyesatkan diri
K’tika ada bayang kasihmu
Mengapa terjadi di saat rasa cinta itu ada
Meresahkan diriku


Katakan saja bila kita tak mungkin bersatu
Katakan bila rasa cinta tak lagi untukku
Ingin ku buang jauh
Ternyata sesal cintaku ini


Kasih biarlah semuanya berakhir
Bila ada cintamu lagi
Takkan ku ingkari jalinan kisah kita t’lah lalu
Yang kini tak berarti


Katakan saja bila kita tak mungkin bersatu
Katakan bila rasa cinta tak lagi untukku
Ingin ku buang jauh
Ternyata sesal cintaku ini


(Katakan saja bila kita) tak mungkin bersatu
(Katakan bila rasa cinta) tak lagi untukku
Katakan saja bila kita tak mungkin bersatu
Katakan bila rasa cinta tak lagi untukku
Ingin ku buang jauh
Ternyata sesal cintaku ini
Ternyata sesal cintaku ini

Senin, 06 Oktober 2008

Pinkan Mambo - Merindunya


Katakanlah padaku
Haruskah jalan ini ku lalui
Tak bisakah waktu ku putar kembali
Saat kita masih bersama


Jelaskan kepadaku
Mengapa takdir ini yang terjadi
Saat ku mengerti artinya mencinta
Secepat surga menginginkannya


Tuhan kembalikan dia padaku
Karna ku tak sanggup berada jauh darinya
Kirimkan malaikat cinta untuknya
Sampaikan pesan dariku yang slalu merindunya


Jelaskan kepadaku
Mengapa takdir ini yang terjadi
Saat ku mengerti artinya mencinta
Secepat surga menginginkannya


Tuhan kembalikan dia padaku
Karna ku tak sanggup berada jauh darinya
Kirimkan malaikat cinta untuknya
Sampaikan pesan dariku yang slalu merindunya
(Tuhan kembalikan dia padaku
Karna ku tak sanggup berada jauh darinya)
Kirimkan malaikat cinta untuknya
Sampaikan pesan dariku yang slalu merindunya

Rabu, 01 Oktober 2008

Pinkan Mambo - Kamulah canduku


Lelakiku, coba-coba tebak
Apa yang ada di hatiku
Jangan kau hanya menunggu
Mulailah tuk menyentuhku


Kekasihku, tidak-tidak aku
Tidak ingin memaksamu
Ku hanya ingin kau mau
Jadi obat tidurku


Berikan ku sedikit rayuan manis
Perlahan dan hilangkan kesan diriku


Kamulah kamu buat sering tak berdaya
Kamulah canduku buatku jadi gila
Senyuman mu, sentuhan mu semakin
Buatku jadi rindu, sungguh


Kasih tidak-tidak aku
Tidak ingin memaksamu
Ku hanya ingin kau mau
Jadi obat tidurku


Berikan ku sedikit rayuan manis
Perlahan dan hilangkan kesan diriku


Kamulah kamu buat sering tak berdaya
Kamulah canduku buatku jadi gila
Senyuman mu, sentuhan mu semakin
Buat aku jadi rindu
Kamulah kamu buat sering tak berdaya
Kamulah canduku buatku jadi gila
Senyuman mu, sentuhan mu semakin
Buat aku jadi rindu


Tolong tolonglah ku dapatkan semua
Teman-teman tolong tenangkan aku
Jangan coba-coba hentikan aku
Biar ku tenang dan rasakan indahnya


(Kamulah kamu buatku sering tak berdaya)
Kamulah kamu buatku sering tak berdaya
Kamulah canduku buatku jadi gila
Senyuman mu, sentuhan mu semakin
Buat aku jadi rindu
Kamulah kamu
Kamulah kamu
Sentuhanmu sering membuat aku jadi rindu
Kamulah kamu
Kamulah kamu

Senin, 29 September 2008

Pinkan Mambo - Wanita terindah


Kau janjikan
Hanya ku cintamu
Cinta matimu
Kepada diriku


Namun ternyata kau pergi
Pergi dengan dia
Lelaki pilihanmu
Ingin aku bunuh saja
Dia yang t’lah curi
Wanita terindahku


Tahukah kau t’lah membuai diriku
Jatuh di pelukmu
Hingga ku pun merasa
Tanpamu ku tak berarti
[Kaulah wanita terindahku]


Semua, katakan
Cinta kita terlarang
Tapi kau yakinkan ku
Jangan dengar mereka


Namun ternyata kau pergi
Pergi dengan dia
Lelaki pilihanmu
Ingin aku bunuh saja
Dia yang t’lah curi
Wanita terindahku


Tahukah kau t’lah membuai diriku
Jatuh di pelukmu
Hingga ku pun merasa
Tanpamu ku tak berarti


Tahukah kau t’lah membuai diriku
Jatuh di pelukmu
Hingga ku pun merasa
Tanpamu ku tak berarti

Sabtu, 06 September 2008

Pinkan Mambo - Seharusnya tak begini


Tak perlu kau mencium keningku
Untuk menyenangkan hatiku
Aku bukan anak kecil lagi
Kau beri mimpi dan sejuta harapan
Kini kau menarik ulur hatiku


Aku tak pernah bisa bedakan
Antara cinta dan tak cinta
Kau pandai menyenangkan hatiku
Kau beri mimpi dan sejuta harapan
Kini kau menarik ulur hatiku


Kau tak pernah serius padaku
Walau secantik apapun
Ku di depanmu
Kau sepertinya biasa (kau sepertinya biasa)


Kau tak perlu menanggapi aku
Walau kau baik padaku
Namun seharusnya tak begini..
(Namun seharusnya tak begini)


Kini kau menarik ulur hatiku
Kau tak pernah serius padaku
Walau secantik apapun
Ku di depanmu
Kau sepertinya biasa (kau sepertinya biasa)


Kau tak pernah menanggapi aku (menanggapi aku)
Walau kau baik padaku
Namun seharusnya kau tak begini..
(seharusnya kau tak begini)


Namun seharusnya tak begini..